Sejarah Pemerintahan Desa - Pragaan Daja Sumenep

Latest

Friday, August 5, 2016

Sejarah Pemerintahan Desa

Sejarah Pemerintahan Desa
Cikal bakal lahirnya Desa Pragaan Daya dirintis oleh Ju' Jatri yang berdomisili di Dusun Blumbang pada waktu itu areal pragaan Daya  Pragaan Daya secara umum aset secara kasar berupa hutan belantara oleh karenanya Bapak Jatri pada waktu itu harus berjuang secara optimal dalam rangka merubah perkampungan menjadi sebuah desa yangg mempunyai intesitas survi fail. Hal ini mewariskan untuk aset fenomenal bagi warga pragaan Daya. Tentang waktu perjuangan Bapak Jatri ini, tercatat sejak 1880 -1910.M (30 tahun ) kemudian bapak jatri mengabdikan diri kepada Desa. Barulah kemudian Desa yang masih teransisi ini beralih kepada Bapak Kalebun Sabuh Alias Pak Gadhang yang berdomisili di dusun Batu jaran Blok Sabuh. Atau sebelah barat SDN Pragaan Daya 1 Masa Pemerintahan Kalebun Sabuh tidak banyak mengalami perubahan karena yang bersangkutan hanya menjabat dari tahun 1910 – 1920 kemudian pemerintahan ini di ganti oleh Bapak Thaha dari Dusun Blumbang yang memang masih keturunan atau cucu dari ju' Jatri sebagai perintis Desa Pragaan Daya. Pemerintahan ini dengan sekuat tenaga, Pak Thaha sebagai orang nomor satu di Desa ini banyak mengalami perubahan-perubahan terutama penataan lingkungan hidup dengan mengambil buah siwalah dan pohon mangga dari daerah  Propinsi bali untuk ditanam di Desa Pragaan Daya Demi untuk anak cucu warga desa pragaan Daya, Namun apa hendak di kata optimisme untuk membangun desa yang ideal harus membayar mahal politik Praktis karena berhadapan dengan penjajah belanda,pada waktu itu tidak terlihat adanya perkembangan signifikan sehingga kurun waktu sekitar 22 tahun sejak 1920 - 1942 hanya sebagai pelengkap struktur kepengurusan desa.
Berbeda dengan rezim yang sebelumnya dengan pemerintahan yang di peggang oleh H. Muthar sejak tahun 1942 – 1971 dari batujaran yang memberi angin segar bagi warga pragaan Daya, rezim ini bisa dikatakan sebagai rezim penegas dari cita-cita rezim pendahulunya karena pemerintahan inilah yang banyak mengembangkan sarana dan prasarana desa dan tata administrasi tanah desa yang sudah lama di tunggu-tunggu warganya. Seperti pembukaan Jalan Desa Pragaan,Pengadaan pagar balai Desa sebagai perlengkapan pemerintah desa.
Berapa tahun kemudian masyarakat desa pragaan Daya mulai membangun Demokrasi yaitu pada tahun 1971 dengan pemelihan kepala desa yang di menangkan oleh Bapak Abd. Mughni dari Dusun Batujaran. Bapak Abd. Mughni menjabat Kepala Desa sejak tahun 1971 – 1998 pada pemerintahan inilah Bapak Abd. Mughni Banyak membangun sarana Prasarana, seperti SDN Pragaan DayaI, SDN Pragaan Daya II SDN Pragaan Daya III namun sekarang tinggal SDN Pragaan Daya I, disisi lain Bapak Abd. Mughni membangun jalan Desa padat karya dari dusun Batujaran sampai dusun Dan-Dan Tembus di Desa Guluk-Guluk dan Prenduan. Gejolak Politik yang semakin Demokratis Masyarakat Desa Pragaan Daya pada tahun 1998 dengan pemilihan kepala Desa terpilihlah saudara H. Sufyan (1999 sampai sekarang ) dari dusun batujaran, namun masih ada nasab dengan kalebun Thaha, pada pemerintahan ini saudara H. Sufyan meneruskan cita-cita pemerintahan sebelumnya yaitu membangun Infrastruktur berupa jalan pengerasan jalan desa dan pengaspalan serta membangun jalan-jalan lingkar atau jalan tembus antar dusun yang dapat memperlancar perekonomian di desa pragaan Daya pada pemerintahan kedua H. Sufyan (2007-2012) betul mendapat apresiasi positif dari masyarakat terbukti pada saat ini sarana dan prasarana semakin berkembang pesat seperti pengerasan atau makadam dan pengaspalan

Namun Pada PILKADES 2013 Pemerintahan Beralih Ke Bapak Imrah dari Dsn Dan Dan  yang diharapkan mampu membawa Desa Pragaan Daya lebih sejahtera  dan makmur

No comments:

Post a Comment